Metode pembelajaran Al-Qur`ān tidak semuanya sama, artinya semua metode pembelajaran Al-Qur`ān berjenjang dalam mempelajarinya. Seperti jenjang pemula, jenjang menengah, dan jenjang Mahir (advance). Dalam pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) peserta didik mengeluhkan kesulitan dalam membaca Al-Qur`ān , padahal turunnya Al-Qur`ān dengan sab`atu Ahruf, maka bacalah Al-Qur`ān dengan cara yang paling mudah. Dari permasalahan tersebut terbitlah pengembangan bahan ajar yang menjadi sapu jagat solusi untuk para peserta didik. Buku ini mendeskripsikan penggabungan dalam mengembangkan bahan ajar Metode Maisûrâ dan Sajak Tajwid yang dalam meningkatkan kompetensi diri membaca Al-Qur`ān yang baik dan benar dan menyesuaikan bagaimana penerapan bahan ajar ilmu tajwid dengan karakteristik peserta didik. Penulis menemukan bahwa pengembangan bahan ajar ini dapat menyesuaikan dengan mudah dan menghasilkan perubahan yang baik secara kompetensi pengetahuan maupun keterampilan dalam membaca Al-Qur`ān. Dalam penerapan pengembangan bahan ajar ini menggunakan beberapa metode yaitu metode keteladanan, metode nasehat (mau`idzoh) metode peringatan, metode kedisiplinan, metode reward dan panishment, metode targhîb dan tarhîb (motivasi dan ancaman), metode dialog dan tanya jawab, metode latihan dan pembiasaan.