Apa yang ku ketahui tentang sekitar ini? Semua tak seberapa besar dibandingkan dengan harusnya ku ketahui. Itu klaim yang bisa saya gambarkan dalam buku renungan administrasi, manajemen dalam perspektif ilmu pengetahuan, filsafat dan seni.
Banyak hal yang ternyata tak ku ketahui sebagai pribadi yang belajar tentang persoalan administrasi dan manajemen. Oleh karenanya sebagai pribadi yang ‘haus’ akan pengetahuan bersama tata kelolanya ada 14 poin yang mungkin bisa sedikit membuka ‘gate’ kita tentang apa dan cara apa yang seharusnya dilakukan dalam sebuah organisasi.
Organisasi yang saya ambil dalam contoh dalam ‘teks’ buku ini masih ‘sangat terbatas’ namun tulisan dibawah ini saya menawarkan beberapa pandangan tentang ‘prinsip’ dan filosofi kecil yang kedepan ‘pasti’ berubah menjadi lebih kompleks. Kedalaman dan kompleksitasnya akan kita temukan dalam banyak kasus dunia masa kini yang kian berubah. Sains bersama teknologinya berkembang secara terus-menerus menentukan arah pikir manusia untuk berubah dengan cara ‘alamnya’ bekerja.
Bukanlah hal yang sekedar kompleks saja yang akan manusia temukan, tetapi kompleksitas bersama alunan ‘seni’ – ‘alam’ dalam lingkup tata kelola yang kita temukan.
Pandangan saya bahwa manajemen bukanlah sekedar ‘tata kelola’jauh itu bahwa manajemen – atau berpikir tentang; bagaimana mengatur, merencanakan, hingga proses perubahan selalu membutuhkan element pemikiran ‘menata’ dengan konteks yang sesuai.
Jalan perubahan akan terus berkembang, kita tidak bisa sekedar masuk dalam perubahan semata, sebaliknya manusia ditantang untuk bermain-dan menari dalam situasi perubahan dengan terus memperbaharui tata kelola mulai dari ‘administrasi’ dan ‘manajemen’nya.
Dari sanalah kita akan menemukan ‘keseruan’ perubahan demi perubahan sehingga mata kita dibuka untuk menikmati ‘kebermainan’ antara manusia dengan ‘teks’ (budaya, politik, manusia) terkini.