Dalam kehidupan sehari-hari, setiap individu memiliki cerita dan pengalaman yang unik. Begitu pula dengan siswa kelas X MIPA 2 yang tergabung dalam sebuah antologi puisi. Meskipun berasal dari satu kelas yang sama, kumpulan puisi ini mengungkapkan ragam ekspresi dan pandangan hidup yang berbeda-beda.
Dari hiruk pikuk ruang kelas hingga keindahan alam yang mempesona, setiap puisi menjadi jendela ke dalam pikiran dan perasaan para penulis muda. Ada yang mengisahkan kegembiraan dan harapan, ada pula yang merangkai kata-kata dalam kesedihan dan kekecewaan. Namun, di balik perbedaan tersebut, ada benang merah yang mengikat yakni keinginan untuk berbagi, mengungkapkan diri, dan mencari makna dalam kehidupan. Terbingkai dalam sebuah kumpulan cerita kehidupan bak cermin.
Antologi ini bukan hanya sekadar kumpulan puisi, melainkan juga sebuah refleksi dari perjalanan, pertumbuhan dan pencarian identitas di masa remaja. Melalui setiap bait, kita diajak untuk merenungkan keberagaman manusia dan keindahan dalam keunikan setiap individu.
Dengan gaya penulisan yang beragam, antologi ini menjadi cerminan dari kehidupan di kelas X MIPA 2 yang dipenuhi dengan warna-warni emosi dan pengalaman. Sebuah buku yang menginspirasi untuk lebih menghargai perbedaan, menghormati ekspresi diri, dan menyadari bahwa setiap suara memiliki nilai yang tak ternilai.