Duo bio adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan campuran dua jenis limbah organik, yaitu limbah padat maupun limbah cair. Limbah padat biasanya berupa kotoran ternak, seperti pupuk kandang sapi, kambing, ayam atau kerbau. Sedangkan limbah cair biasanya berupa urin ternak atau sisa hasil fermentasi limbah organik. Duo bio disini merupakan gabungan dari dua jenis limbah yaitu sekam padi dan bonggol pisang. Sekam padi merupakan limbah dari hasil samping penggilingan padi.
Limbah sekam padi selama ini hanya dibuang, ditumpuk dan dibakar begitu saja sehingga menyebabkan pencemaran dan gangguan kesehatan. Namun, sekam padi ini memiliki manfaat jika diolah menjadi biofertilizer sebagai ketahanan pangan karena banyak mengandung unsur hara di dalamnya, baik unsur hara mikro maupun unsur hara makro. Pengolahan sekam padi sebagai biofertilizer dapat menjadi salah satu alternatif ketahanan pangan di Desa Tappale.
Pembuatan biofertilizer dapat pula dikombinasikan dengan beberapa bahan organik lainnya seperti bonggol pisang dan daun gamal. Kedua bahan organik ini cukup melimpah di Desa Tappale. Oleh karena itu, untuk menghasilkan biofertilizer dengan kualitas baik, maka diperlukan bonggol pisang dan daun gamal yang akan dikombinasikan bersama dengan bahan utama yaitu limbah sekam padi.