Buku ini bertujuan menginformasikan kepada pembaca terkait penerapan PjBL (project based learning) di tingkat sekolah. Penulis akan memaparkan faktor pendukung dan faktor hambatan dalam pelaksanaannya serta bagaimana efektivitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis PjBL dalam meningkatkan keterampilan berpikir kreatif pada siswa.
Implementasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis PjBL mempunyai 3 tahapan:
1. Perencanaan, yaitu pembelajarannya berpedoman pada capaian pembelajaran yaitu melaksanakan project dan agama secara terintegrasi dan mengambil bagian pada pengembangan pendidikan karakter dan moral berbasis Al-Qur’an dan As- Sunnah.
2. Pelaksanaan pembelajaran, dalam pelaksanaaan pembelajaran berbasis project berdasarkan 4 langkah penting yaitu 1). menyusun rencana dan membuat kerangka project. 2). membuat jadwal pembelajaran, 3). penyelesaian pelaksanaan proyek dengan fasilitasi dan monitoring guru, 4). menguji dan memberi penilaian project.
3. Evaluasi dan refleksi terhadap hasil project. Adapun faktor pendukung pembelajaran adalah pembelajaran menjadi efektif dan efesien, pengembangan karakter siswa di era globalisasi, dan peningkatan pada sifat efektif, kritis, komunikatif dan kerjasama. Sedang faktor hambatan yaitu pengalaman guru masih rendah, keterbatasan referensi, akses pembelajaran belum merata, dan manajemen waktu belum memadai dan penambahan fasilitas dan biaya. Model pembelajaran PAI berbasis PjBL yang diterapkan harus sesuai capaian pembelajaran dengan melaksanakan project dan agama secara terintegrasi dan capaian kreativitas. karena terdapat efektifitas dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis PjBL, pada meningkatnya keterampilan berpikir kreatif, terutama meningkatnya keterampilan berpikir kreatif pada 5 indikator kreativitas yang muncul pada siswa, kelima indikator kreativitas tersebut antara lain: berpikir jernih, berpikir luwes, berpikir orsinil, elaborasi dan sensitive.