Qirāāt arba`ah `asyrah atau yang biasa disebut qirāāt syāżżah merupakan varian dari ilmu qirāāt. Qirāāt ini dipelopori oleh ibn Muḥaiṣin, Yaḥyā al-Yazĭdĭ, Ḥasan al-Baṣrĭ dan al-A’masyĭ. Dimasukkannya pada kategori syāz dikarenakan tidak terpenuhinya salah satu rukun-rukun qirāāt terutama pada bagian “memiliki kesesuaian dengan rasm `Uṡmānĭ”. Qirāāt keempatnya ini selalu terjadi perdebatan di kalangan mazhab fiqih terlebih ketika berkaitan dengan istinbat hukum. Ada yang menolak ada yang menerima, pendapat setiap mazhab kemudian diperkuat dengan argumentasi masing-masing. Perdebatan tersebut tidak lepas dari asumsi qirāāt syāżżah termasuk Al-Qur`an atau bukan, qirāāt syāżżah termasuk nasakh, atau qirāāt syāżżah sebagai khabar ahad. Tetapi yang pasti qirāāt syāżżah banyak disepakati sebagai qirāāt tafsĭriyah, meski demikian tidak memiliki fungsi sama dengan qirāāt mutawātir.
Buku ini hadir bukan untuk menggurui siapapun terutama kalangan akademis dan masyarakat umum. Sebab buku ini tidak mampu mengurai keseluruhan ayat-ayat hukum yang mengandung qirāāt syāżżah. Selain itu, buku ini bukan murni karya al-faqĭr, melainkan hasil menuqil karya-karya ulama salaf yang bersumber dari karya kitab klasik. Terpenting, buku ini ditulis untuk menjadi jendela awal sebagai pemahaman tentang qirāāt syāżżah, dan buku ini menggunakan bahasa yang lazim didengar di kalangan masyarakat untuk memudahkan semua kalangan dalam mengkonsumsinya