Jejak Al-Qur’an dalam Budaya Pawang Hujan Madura mengungkap sebuah persilangan unik antara spiritualitas Islam dan kearifan lokal Madura yang telah hidup berabad-abad. Buku ini menggali secara mendalam praktik pawang hujan yang tidak hanya berakar dari tradisi leluhur, tetapi juga bertransformasi dalam balutan nilai-nilai keislaman. Dari doa-doa yang disusun berdasarkan ayat-ayat Al-Qur’an hingga penggunaan simbol-simbol alam sebagai media spiritual, praktik ini mencerminkan integrasi antara budaya dan akidah, tanpa kehilangan esensi keduanya.
Melalui pendekatan fenomenologi dan sosiologi simbolik, penulis mengajak pembaca menelusuri bagaimana masyarakat Madura memaknai hujan, ritual, dan kehadiran Al-Qur’an sebagai bagian tak terpisahkan dalam kehidupan mereka. Buku ini bukan sekadar dokumentasi tradisi, melainkan refleksi teologis, budaya, dan sosial yang menggugah cara kita memahami warisan lokal dalam bingkai iman.
Apakah sebuah ritual lokal dapat menjadi media dakwah dan penguatan tauhid? Temukan jawabannya dalam perjalanan spiritual dan intelektual di balik ritual pawang hujan yang sarat makna ini.