Dalam setiap perjalanan manusia menuju finansial yang merdeka. Sering kali manusia terjebak dalam ilusi bahwa kebahagiaan hanya dapat diraih dengan memiliki segala hal. Namun, seperti yang diingatkan oleh Imam Syafi’i, kecukupan bukanlah tentang memiliki semua yang kita inginkan, melainkan tentang melepaskan diri dari hal-hal yang tidak kita butuhkan.
Dalam pandangan Imam Al-Ghazali, pengelolaan keuangan tidak hanya menyangkut aspek duniawi, tetapi juga memiliki dimensi spiritual yang mendalam. Harta adalah titipan Allah yang harus dikelola sesuai dengan syariat-Nya. Oleh karena itu, setiap keputusan keuangan harus mencerminkan nilai-nilai ibadah dan menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dalam kehidupan modern, mengintegrasikan nilai spiritual dalam keuangan tidak hanya membantu menjaga keseimbangan antara dunia dan akhirat, tetapi juga memberikan keberkahan dalam setiap rezeki yang diperoleh.
Buku ini adalah sebuah perjalanan untuk memahami bagaimana membebaskan diri dari nafsu duniawi dan mengelola harta dengan keseimbangan antara dunia dan akhirat.