uku Parjumatanganan Sintua GKPS, Apa Dan Bagaimana Seharusnya? mengangkat kembali warisan pastoral Simalungun yang selama ini nyaris terpinggirkan dalam pusaran pelayanan gereja modern. Melalui pendekatan teologis, kultural, dan praktis, buku ini menjadikan parjumatanganan bukan sekadar warisan budaya, melainkan paradigma penggembalaan yang membumi – di mana rumah tangga ditempatkan sebagai juma ni Naibata, ladang Allah yang hidup. Dalam narasi yang mengalir dan reflektif, penulis mengajak para sintua untuk memaknai kembali pelayanan bukan dari atas mimbar, melainkan dari tanah kehidupan umat: dapur, ruang makan, dan pelataran rumah tangga yang penuh air mata dan harapan. Dengan sensitivitas pastoral dan akar teologi Biblika yang mendasar, Andri Vincent Sinaga menyingkap dimensi terdalam dari tugas sintua: bukan sekadar pelaksana liturgi, tetapi sebagai gembala eksistensial yang berjalan bersama umat dalam segala musim hidup. Buku ini memperlengkapi para pelayan dengan strategi pastoral yang kontekstual, membangkitkan kembali spiritualitas koinonia, diakonia, marturia, dan pemuridan – dengan landasan filosofi agraris Simalungun yang kaya dan sarat makna. Ia bukan sekadar buku; ia adalah napas penggembalaan yang bersujud, sebuah “sacrum convivium pastoral” yang menghidupkan gereja dari dalam rumah.