Kemajuan teknologi komunikasi, terutama setelah pandemi COVID-19, telah membawa perubahan dalam pola perilaku masyarakat secara umum, termasuk dalam pelaksanaan program bimbingan pranikah yang biasanya diadakan di Kantor Urusan Agama (KUA). Namun, kini muncul fenomena baru berupa banyaknya kelas bimbingan pranikah yang diselenggarakan melalui media sosial dan dapat ditemukan di berbagai platform.
Terdapat berbagai jenis penyelenggara kelas bimbingan pranikah, baik yang gratis maupun berbayar, dengan metode penyampaian materi yang beragam sesuai dengan pendekatan masing-masing penyelenggara. Berangkat dari fenomena ini, Buku ini hadir di tangan pembaca untuk menjawab pertanyaan penting terkait pelaksanaan bimbingan pranikah melalui media sosial serta efektivitasnya.