Banyak orang mengatakan bahwa jadi perempuan itu sulit, tidak seenak laki-laki (ini berkaitan dengan kodratnya) bahwa sebagai perempuan kita mempunyai alat reproduksi yang sangat berbeda dengan laki-laki. Banyak yang mempertanyakan kenapa harus sibuk setiap bulan dengan rasa sakit (bila kita mendapatkan menstruasi), belum lagi setelah menikah kemudian hamil dengan disertai banyak permasalahan pada tubuh dan kemudian melahirkan dan menyusui dengan berbagai problematiknya. Tetapi setelah saya melewati fase itu semua…alangkah bangganya saya menjadi perempuan! Betapa Allah SWT sudah mengatur dengan sempurna bagaimana seharusnya sebagai laki-laki “yang sesungguhnya” dan bagaimana menjadi perempuan yang sesungguhnya pula!. Sebenarnya dengan membaca tulisan mbak Titik Murdianasari kita akan bisa menganalisa diri kita sendiri sebagai perempuan, apa tujuan hidup kita kedepan? Mau jadi apa sebenarnya kita? Mau jadi korban kekerasan? Mau jadi pelaku kekerasan? ataukah kita mau jadi perempuan yang berhasil dan sukses tanpa ada kekerasan. Semua tergantung pada diri kita masing-masing, sesuai dengan tulisan Mbak Titik M, bahwa Allah SWT tidak membedakan laki-laki dan perempuan kecuali imannya.
— Beauty Erowati Riach, New Zealand —
—
Buku adalah jendela dunia. Buku adalah ilmu pengetahuan. Buku adalah akhlak, maka bacalah buku, setelah membaca buku “Untukmu Perempuan” ini, banyak yang saya dapatkan. Baik berupa informasi atau pemahaman akan dunia perempuan maupun rahasia pada diri perempuan dari Sang Pencipta. Bukan hanya sebuah literasi semata namun ternyata lebih banyak saya temukan studi kasus sesuai apa yang penulis alami, rasakan, melihat dan dalam penyelesaian masalah tentang perempuan. Ibarat dalam sebuah perkara ada gugatan pasti ada jawaban, ada replik pasti ada duplik, maka antara posita dan petitum dalam buku ini sangat bagus dan wajib di baca bagi para perempuan Indonesia …. Selamat atas terbitnya karya ini!
— Amirul Mukminin, S.H., Advokat dan Konsultan Hukum, Boyolali —