Seandainya aku tidak pergi merantau ke Jakarta, tentu aku masih trauma mengingat kejadian bagaimana akau melamar pekerjaan di PLN dengan memakai sandal jepit butut yang hampir putus talinya. Dan… mereka menertawakan aku. Sebaliknya aku tak tahu apa yang ada dibenak mereka tentang aku.
Maka, aku tak perlu mengingat semuanya itu. Aku akan ke Jakarta, menyusul ayahku merantau di sana. Ya!. Kota Jakarta, kota metropolitan, tunggulah aku disana. Aku akan memulai segalanya. Aku akan membuktikan kemampuanku kepada mereka bahwa aku bisa. Aku pasti bisa seperti mereka. Aku akan berhasil. Akan kuraih segalanya… di Jakarta.
Walaupun keberhasilan meraih cita-cita tak semudah membalikkan kesepuluh jari telapak tangan. Namun aku ada pasion yang membuatku yakin bisa melewati proses menuju kesuksesan. Memang semuanya harus berproses, tidak instan. Aku tahu itu!. Dan aku siap!.